Meningkatkan Kinerja Organisasi dengan Balanced Scorecard

Prima Biromo , April 19 2021

Meningkatkan Kinerja Organisasi dengan Balanced Scorecard

Kita dapat melihat perilaku pengemudi mobil yang beragam di jalan tol. Ada yang konsisten tetap melaju di jalur tengah, ada yang bertahan pada jalur paling kanan dengan maksud agar dapat terus mendahului. Kadang-kadang pula dijumpai pengendara yang gemar berpindah jalur setiap kali melihat ada celah kosong.

 

Walaupun terdapat banyak indikator pada dashboard mobil, umumnya kita hanya perlu memantau indikator untuk kecepatan dan bahan bakar. Namun preferensi dalam mengemudikan mobil membuat apa yang perlu dipantau menjadi berbeda. 

 

Pengemudi yang gemar melaju konstan di jalur tengah bisa jadi karena dia memprioritaskan efisiensi bahan bakar. Dia menjaga agar laju mobilnya tidak melebihi, katakanlah 60 km/jam. Indikator bahan bakar pun akan terus diperhatikan, untuk memastikan konsumsi yang irit. 

 

Di sisi lain, pengemudi yang selalu berusaha untuk mendahului di jalur kanan, yang menjadi prioritas baginya adalah waktu tempuh, sehingga dia selalu memaksimalkan laju mobilnya (tentunya sepanjang tidak melebihi batas kecepatan maksimum), katakanlah pada kecepatan 80 km/jam. Konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi tidak menjadi masalah, selama dia dapat melaju dengan cepat. 

 

Para pengemudi ini sama-sama merujuk kepada indikator kecepatan untuk memantau laju kendaraannya, namun level kecepatan yang ingin dicapai berbeda karena ada perbedaan prioritas. Demikian pula, yang satu memantau konsumsi bahan bakar dengan seksama, yang lain tidak terlalu menganggap penting. Jadi, prioritas (efisiensi bahan bakar vs. waktu tempuh) menentukan indikator apa saja yang perlu dipantau dan level kinerja (kecepatan) yang ingin dicapai. 

 

Untuk suatu organisasi, jumlah indikator kinerja yang perlu dipantau tentunya jauh lebih banyak. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa banyak yang perlu digunakan? 

 

Sebagai contoh, jika ditanyakan apa indikator kinerja yang penting untuk digunakan untuk mengukur kinerja hotel? Maka jawabannya sangat beragam, seperti misalnya: persentase tingkat hunian, rata-rata durasi waktu tamu menginap, rata-rata pendapatan per tamu, rating oleh para reviewers, rata-rata waktu untuk check-in dan lain-lain. 

 

Tidak tertutup kemungkinan, jumlah indikator kinerja yang diusulkan mencapai belasan atau malah puluhan! Ini suatu fenomena yang disebut dengan KPI Rain. Tanpa adanya suatu koridor yang jelas, kita dapat terjebak ke dalam penggunaan indikator kinerja dalam jumlah yang berlebihan.

 

Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu perangkat manajemen yang dapat dimanfaatkan untuk menyeleksi indikator kinerja utama bagi suatu organisasi. Yang menjadi dasar untuk pemilihannya adalah strategi yang dijalankan oleh organisasi tersebut. 

 

Indikator kinerja utama merupakan alat untuk mengukur keadaan dari strategi; sedangkan target dari indikator kinerja utama menunjukkan level kinerja yang ingin dicapai, serta mendefinisikan bagaimana strategi itu dinilai berhasil. 

 

Dengan cara seperti ini, kita terhindarkan dari fenomena KPI Rain dan indikator kinerja yang dipilih membantu kita untuk lebih fokus kepada prioritas strategis organisasi. Dengan BSC pula, kita dapat menentukan pada jenjang mana suatu indikator kinerja perlu diletakkan. 

 

Indikator yang mencerminkan prioritas strategis tentunya harus berada pada jenjang tertinggi pada organisasi. Indikator yang lebih bersifat operasional, dapat dilekatkan ke unit kerja. Kepada unit kerja dapat didelegasikan indikator kinerja strategis yang berasal dari level organisasi, sepanjang sejalan dengan lingkup kewenangannya. 

 

Dengan mekanisme penempatan indikator kinerja semacam ini, BSC membantu organisasi untuk berfokus kepada prioritas kinerja yang membawa dirinya bergerak maju ke masa depan.

  

Prima Agung Biromo 

Strategy, Performance, and Process Chief of Tribe

More Article

Model 70-20-10 dan Informal Learning

Prima Biromo , April 19 2021

Coba jawab dulu pertanyaan ini sebelum melanjutkan membaca: “Siapa orang yang darinya Anda paling banyak belajar?”...

Model 70-20-10 dan Informal Learning
Kunci Memetakan Jalur Karier

Prima Biromo , April 19 2021

Future leader merupakan topik yang selalu hangat di tempat kerja. Pertanyaan seperti, “Sampai kapan perusahaan saya akan sustain?”, “Siapa yang akan menja...

Kunci Memetakan Jalur Karier