Optimis Menjalani Masa Pensiun atau Purnabakti

Bayu Setiaji , November 16 2022

Optimis Menjalani Masa Pensiun atau Purnabakti

Setelah atau mendekati masa pensiun, banyak orang merasakan hidupnya menjadi kurang maksimal dan cenderung sulit. Berkurangnya hubungan dengan orang-orang semasa bekerja, berkurangnya aktivitas kerja, dan penyebab lain membuat situasi dan kondisi menjadi berbeda dibanding sewaktu masih aktif bekerja. 

 

Semua hal tersebut adalah cerminan kekhawatiran orang yang akan memasuki masa pensiun.Mereka akan berpindah dari seorang karyawan menjadi pensiunan. Dahulu merasa aktif dan energik, perlahan berganti menjadi pasif dan berkurangnya semangat serta tenaga. 

 

Tidak semua orang memiliki cara pandang  yang sama saat menghadapi masa pensiun. Sebagian orang memilih pasrah karena itu “rule of the game”, sebagian lagi memilih tetap bersemangat karena “start for a new life”.

 

Menyiapkan masa pensiun bukanlah hal yang mudah. Survei yang dilakukan Life Insurance Marketing Research Association (Limra) menunjukkan pola 49% pensiunan yang kemudian menggantungkan hidup kepada orang lain, 29% meninggal saat pensiun, 12% mengalami kebangkrutan, 5% tetap bekerja, 4% mampu mandiri, dan hanya 1% yang kaya saat pensiun. 

 

Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan menjelang masa pensiun:

 

Mempersiapkan Kondisi Fisik dan Mental

Banyak orang tidak siap menghadapi masa pensiun. Mulai dari khawatir bosan atau stres karena tidak ada kesibukan, hingga kekhawatiran mengenai jaminan kesejahteraan hari tua. Cobalah untuk selalu berpikiran positif atas apa yang telah anda capai selama ini. Apabila memungkinkan, diskusikan secara terbuka dengan pasangan, anak atau sahabat dekat anda. Biasanya, berbagi akan membuat anda lebih tenang dibandingkan memendam masalah sendirian.

 

Menetapkan Tujuan Baru Hidup Anda

Tujuan hiduplah yang membuat Anda tetap bersemangat. Anda mungkin memiliki beberapa misi yang berbeda atau tujuan selama mengisi masa pensiun. Anda dapat bertanya mengenai apa yang ingin dilakukan dalam hidup Anda. Lihatlah masa pensiun sebagai kesempatan untuk memulai bab baru dalam hidup Anda. Ini berarti melanjutkan apa yang telah Anda lakukan pada skala yang berbeda, atau melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda. Bagi orang-orang yang berada di posisi berotoritas sebelum pensiun, penyesuaian ini mungkin terasa lebih menantang. 

 

Membangun Hubungan Baru dengan Orang Lain

Ketika anda meninggalkan pekerjaan, anda sering kehilangan hubungan dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari rutinitas anda, sehingga perlu mengembangkan hubungan baru. 

 

Mulailah membangun relasi dengan orang-orang di luar pekerjaan dan terlibat dalam kegiatan yang diinginkan setelah pensiun. Anda mungkin melakukannya dengan travelling, terlibat dalam kegiatan sukarela, atau nge-gym. Hubungan anda dengan pasangan atau keluarga juga dapat berubah, karena anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. 

 

Kadang, terlalu banyak kebersamaan menyebabkan orang untuk lebih cepat bosan dan/atau tersinggung untuk hal-hal kecil satu sama lain. Jangan tunggu sampai timbul konflik untuk berbicara tentang harapan dengan pasangan, anak, cucu, orangtua, dan teman-teman. Mulailah berembuk untuk menegosiasikan beberapa aturan dasar baru.

 

Memahami Usaha yang Sesuai Saat Pensiun

Untuk anda yang ingin memulai usaha sendiri atau berbisnis, pertimbangkan beberapa hal. Jika memungkinkan, sesuaikan bidang usaha dengan minat anda, misalnya mengembangkan hobi yang dulu sempat tertunda karena rutinitas kerja. Menjalankan usaha semacam ini akan berkontribusi positif pada kondisi fisik dan mental anda. 

 

Apabila bisnis tersebut memerlukan modal awal, pastikan bahwa jumlahnya tidak terlalu besar. Jangan sampai masa pensiun yang seharusnya menyenangkan menjadi terganggu, jika ternyata bisnis tidak berjalan lancar. Hal yang perlu diingat adalah berbisnis adalah sebuah pilihan, bukan keharusan.

 

Pensiun bukanlah akhir segalanya. Rencanakan dengan matang masa pensiun Anda, jalani dengan gaya hidup sehat dan kondisi mental yang positif. Temukan kesenangan dan aktivitas baru untuk mengisi waktu Anda. Jangan khawatir, anda akan tetap bersemangat dalam menghadapi saat pensiun.

 

Bayu Setiaji

Learning Chief of Tribe

One GML

More Article

Pentingkah Kompetensi HR bagi Seorang Manajer?

Bayu Setiaji , November 16 2022

Kondisi bisnis mengalami era “Turbulensi” di mana banyak sekali perubahan yang tidak dapat diprediksi. Organisasi harus cepat beradaptasi dengan situasi tersebut, j...

Pentingkah Kompetensi HR bagi Seorang Manajer?
Berikut Indikator Kinerja Karyawan yang Perlu Anda Ketahui

Bayu Setiaji , November 16 2022

Kata kinerja atau job performance mempunyai arti prestasi sesungguhnya atau prestasi kerja yang bisa dicapai organisasi atau perusahaan. Sedangkan arti dari kata in...

Berikut Indikator Kinerja Karyawan yang Perlu Anda Ketahui
Unggul dengan Manajemen Talenta

Bayu Setiaji , November 16 2022

Pertanyaan yang sering dilontarkan Top Management perusahaan kepada unit yang menangani SDM adalah, “Seberapa jauh fungsi SDM mampu memberikan kontribusi untuk kebe...

Unggul dengan Manajemen Talenta
Penilaian Kinerja Jangan Cuma Bikin Stres

Bayu Setiaji , November 16 2022

...

Penilaian Kinerja Jangan Cuma Bikin Stres